Review Berita Features

Fotografer Keliling di Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Tergusur Kemera Ponsel


Link Berita: https://m.kumparan.com/acehkini/fotografer-keliling-di-masjid-raya-baiturrahman-aceh-tergusur-kamera-ponsel-1vLtGxZ4KWI


Berita yang saya review ini bisa dikatakan Features, karena memilik beberapa karakteristik Feature :

·       Kreatif

Feature membutuhkan kreatifitas penulisanya, dalam mencari objek tulisan yang khas, yang kadang-kadang merupakan peristiwa biasa, namun belum pernah atau jarang terungkap.

·       Subjektif

Feature bersumber subyektif. Yakni sangat tergantung sudut pandang, wawasan, intelektual, ketrampilan, dan karakter penulisan.

·       Informatif

Feature membantu pembaca dengan memperjelas suatu keadaan untuk  merasakan gambaran dari suatu kejadian, atau mempengaruhinya bertindak atau percaya.

·       Subjektif-2

Dengan penggunaan medel aku, memungkinkan penulis memasukkan emosi dan pikirannya.

·       Awet

Berita bisa basi dalam 24 jam, tetapi fearure tidak akan pernah basi.

 

Jenis Features :

Berita yang coba saya review yaitu termasuk ke jenis Features Human Interest dan Features Profil Tokoh (biografi), karena lebih membahas seseorang yang sedang diceritakan dalam sebuah sudut pandang yang sedang dialami dihidupnya.

·       Feature Human Interest

Yaitu Features yang muatan isinya langsung dapat menyentuh rasa perikemanusiaan pembaca, seperti membuat pembaca merasa gembira, jengkel, simpati, sedih, atau bahkan benci.

·       Features Profil Tokoh (biografi)

Feature ini bercerita tentang penampilan (profil) dan biografi singkat tokoh-tokoh tertentu yang menarik untuk diceritakan.


Kalau saya sendiri yang membaca berita ini lebih ke Feature Human Interest, karena isi dari berita yang saya review lebih ke menyentuh rasa perikemanusiaan, rasa simpati setelah membaca berita ini hingga akhir.

Dan berita yang ditonjolkan kurang lebih ke orang bergelut dengan kerasnya zaman hanya untuk mencari penghasilan, dikarenakan teknologi yang mulai berkembang. Tidak hanya itu tokoh Arul diceritakan sudah menjadi tukang Fotografer sudah sangat lama yaitu sekitar 2012, pada tahun-tahun awal bekerja dalam sehari saja beliau mampu meraup penghasilan Rp. 150-200 ribu. Namun, pendapatanya sekarang tidak menentu. bukan karena Covid-19, tetapi di era digital dikarenakan semua orang memiliki telepon pintar yang memiliki kamera yang bisa digunakan dan lebih praktis.

Pekerjaaanya sendiri menawarkan jasa foto kepada pengujung mengunakan kameranya jika sudah jadi ia akan mencetaknya dalam bentuk kertas, ia akan mencetak ke tempat catak foto sekitar 15 menit kemudian akan meyerahkan fotonya jika sudah jadi, bisanya Arul memberiakan farian harga tergantung ukuran kertas foto yang ingin dicetak pengunjung.          

Diliha dari judulnya bisa kita simpulkan bahwa berita ini menarik untuk dibaca, dan orang-orang akan penasaran sebetulnya apa yang terjadi pada pada Fotografer Aceh tersebut mengapa dia tidak beralih ke profesi lain saja.


Abdul Halim Bydi
302180059

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Revie Beserta Cara Pemasangan Mic BM-800 & Mic Boya, Sekaligus Cara Penggunan Untuk Rekaman Podcast Radio, Beserta Apikasi Rekam Suara Audacity

“Efektifitas Prosedural Pemberitaan Media Elektronik di Tengah Era Digitalis Media dan Internet.”

Angkringan Kota Reog