Review Berita Features
Fotografer Keliling di Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Tergusur Kemera Ponsel
Berita
yang saya review ini bisa dikatakan Features, karena memilik beberapa
karakteristik Feature :
· Kreatif
Feature
membutuhkan kreatifitas penulisanya, dalam mencari objek tulisan yang khas,
yang kadang-kadang merupakan peristiwa biasa, namun belum pernah atau jarang
terungkap.
· Subjektif
Feature
bersumber subyektif. Yakni sangat tergantung sudut pandang, wawasan,
intelektual, ketrampilan, dan karakter penulisan.
· Informatif
Feature
membantu pembaca dengan memperjelas suatu keadaan untuk merasakan gambaran dari suatu kejadian, atau
mempengaruhinya bertindak atau percaya.
· Subjektif-2
Dengan
penggunaan medel aku, memungkinkan penulis memasukkan emosi dan pikirannya.
· Awet
Berita
bisa basi dalam 24 jam, tetapi fearure tidak akan pernah basi.
Jenis
Features :
Berita
yang coba saya review yaitu termasuk ke jenis Features Human Interest dan
Features Profil Tokoh (biografi), karena lebih membahas seseorang yang sedang diceritakan dalam sebuah sudut pandang yang sedang dialami dihidupnya.
· Feature
Human Interest
Yaitu
Features yang muatan isinya langsung dapat menyentuh rasa perikemanusiaan pembaca,
seperti membuat pembaca merasa gembira, jengkel, simpati, sedih, atau bahkan
benci.
· Features
Profil Tokoh (biografi)
Feature
ini bercerita tentang penampilan (profil) dan biografi singkat tokoh-tokoh
tertentu yang menarik untuk diceritakan.
Kalau
saya sendiri yang membaca berita ini lebih ke Feature Human Interest, karena
isi dari berita yang saya review lebih ke menyentuh rasa perikemanusiaan, rasa
simpati setelah membaca berita ini hingga akhir.
Dan berita yang ditonjolkan kurang lebih ke orang bergelut dengan kerasnya zaman hanya untuk mencari penghasilan, dikarenakan teknologi yang mulai berkembang. Tidak hanya itu tokoh Arul diceritakan sudah menjadi tukang Fotografer sudah sangat lama yaitu sekitar 2012, pada tahun-tahun awal bekerja dalam sehari saja beliau mampu meraup penghasilan Rp. 150-200 ribu. Namun, pendapatanya sekarang tidak menentu. bukan karena Covid-19, tetapi di era digital dikarenakan semua orang memiliki telepon pintar yang memiliki kamera yang bisa digunakan dan lebih praktis.
Pekerjaaanya sendiri menawarkan jasa foto kepada pengujung mengunakan kameranya jika sudah jadi ia akan mencetaknya dalam bentuk kertas, ia akan mencetak ke tempat catak foto sekitar 15 menit kemudian akan meyerahkan fotonya jika sudah jadi, bisanya Arul memberiakan farian harga tergantung ukuran kertas foto yang ingin dicetak pengunjung.
Diliha
dari judulnya bisa kita simpulkan bahwa berita ini menarik untuk dibaca, dan
orang-orang akan penasaran sebetulnya apa yang terjadi pada pada Fotografer Aceh tersebut mengapa dia tidak beralih ke profesi lain saja.
Komentar
Posting Komentar