“Efektifitas Prosedural Pemberitaan Media Elektronik di Tengah Era Digitalis Media dan Internet.”
Nama : Abdul Halim Bydi
Nim : 302180059
Kelas : KPI. C
Selama puluhan tahun televisi sebagai media massa merupakan media yang paling digemari sebagai media hiburan dan informasi. Karena sifatnya yang audio visual, televisi dapat menghadirkan acara musik, film, sinetron, variety show, reality show serta acara lainnya dengan melibatkan para selebritis idola khalayak. Begitu pun acara olahraga, orang dapat menonton aneka pertandingan olahraga tanpa harus berangkat ke stadion atau lokasi pertandingan. Juga siaran informasi yang sebelumnya dikategorikan acara yang tidak menarik, melalui televisi acara informasi baik siaran berita maupun info lainnya memiliki pesona tersendiri terlebih televisi dapat menyiarkan secara langsung dari lokasi kejadian.
Namun, lambat laun kedigdayaan televisi seolah terganggu
(disrupted) oleh media baru bernama media sosial sebagai turunan dari perkembangan
teknologi internet. Pengguna internet pun semakin tinggi sejalan dengan perkembangan
teknologi telepon selular yang berhasil menciptakan telepon pintar (smartphone)
yang harganya jauh lebih murah dari pada PC atau laptop sebagai sarana untuk mengakses
internet. Lebih mencengangkan lagi, Indonesia yang dikategorikan bukan sebagai negara
maju, ternyata juga menjadi negara pengguna internet yang tinggi di dunia. Kendati
dikategorikan sebagai negara berkembang dengan penguasaan ilmu dan teknologi
yang dinilai masih cukup rendah, ternyata Indonesia menjadi negara pengguna internet
nomor empat terbesar di dunia. Data tahun 2017 menyebutkan bahwa lebih dari 50%
penduduk Indonesia telah melek internet. Pengguna internet di Indonesia ini
menurut Kantor Menteri Komunikasi dan Informatika mencapai 147 juta jiwa. Pengguna
internet ini pun melonjak drastis lebih dari 20 juta pertahun sejak 2015, hal
ini dipertajam dengan semakin meluasnya penggunaan telepon pintar (smartphone)
yang makin digemari sehingga hampir semua pengguna internet di Indonesia adalah
pengguna smartphone.
Namun dengan munculnya fenomena baru dalam perubahan penggunaan
media ini banyak pihak yang meramalkan bahwa suatu ketika TV akan makin
ditinggalkan oleh pemirsanya. Meski demikian, banyak pula para ahli yang merasa
optimis bahwa media televisi tidak akan sepenuhnya mati karena berbagai kelebihannya.
Pola Baru Menonton Televisi di Era Internet Teknologi internet ikut
mempengaruhi terhadap perkembangan pertelevisian baik di tingkat nasional
maupun global. Pada bagian bagian
tertentu teknologi baru ini berdampak secara positif, tetapi teknologi internet
ini juga sekaligus memiliki dampak negatif ditinjau dari aspek televisi sebagai
industri atau sebagai institusi bisnis. Bahkan beberapa kebijakan yang
berkaitan penerapan teknologi internet ini justru menjadi buah simalakama. Aspek
positif penerapan teknologi internet sangat membantu dalam aspek televisi sebagai
fungsi informasi. Dalam produksi berita atau informasi, khalayak sangat
diuntungkan karena segala informasi dapat disajikan dengan sangat aktual.
Berita saat ini bisa disiarkan saat ini juga berkat bantuan internet. Hal ini
amat sangat jauh berbeda di era sebelum internet dikenal dalam industri media.
Pengiriman berita termasuk gambar video dapat dikirimkan secara cepat dengan
biaya yang relatif murah dibanding di masa lalu. Bahkan reporter pun dapat
secara live dari tempat kejadian melaporkan sebuah peristiwa. Pendek kata dalam
urusan reportase di lapangan, teknologi internet ini sangat membantu.
Dengan demikian kualitas acara informasi jauh lebih baik dibanding
televisi di masa lalu. Orang Indonesia yang tinggal di mana pun di seluruh penjuru
dunia, dengan mudah dapat mengikuti berbagai acara televisi melalui streaming dan
ditonton melalui laptop atau smartphone-nya. Pertandingan bola atau berita
bencana alam di berbagai pelosok Tanah Air bisa dengan mudah ditonton dari mana
saja. Aneka program acara tertentu, terkadang juga dapat ditonton melalui media
Youtube. Karena perubahan di atas, pola menonton TV pun juga ikut berubah,
terlebih bagi khalayak yang menjadikan internet bagian hidupnya, dalam hal ini
generasi milenial yang hampir 24 jam tidak lepas dari genggaman smartphone.
Namun ada juga yang berpendapat, perubahan yang dilakukan oleh pihak televisi justru
karena perubahan budaya yang terjadi pada khalayak televisi, khususnya kaum milenial
ini.
KESIMPULAN
Keberadaan televisi di era internet ini mulai terganggu (disrupted)
oleh keberadaan media sosial. Media hiburan dan informasi bagi sebagian
khalayak khususnya generasi milenial mulai mengandalkan media sosial untuk
menggantikan dua fungsi media massa tersebut. Meskipun demikian para ahli komunikasi
massa masih punya keyakinan bahwa TV tidak akan mati karena media sosial tidak
memproduksi konten, tetapi hanya menyiarkan konten. Televisilah yang memproduksi
konten tersebut.

Komentar
Posting Komentar